Minggu, 29 Mei 2011

..cerita perjalanan..part 2

@hotel Luta
23:47

Hari ini tanggal 29 Mei 2011..
seharian ini kegiatan rombongan ibu-ibu dari Bandung lebih banyak dihabiskan di dalam bis. Hal ini karena rombongan tersebut bermaksud untuk mengunjungi Tanah Toraja.
Pukul 07.18 bus meninggalkan hotel dengan dibekali cukup banyak keranjang buah. sekitar 5 buah.
Hari ini perjalanan kami diwarnai oleh hujan yang sudah cukup lama tidak turun di beberapa bagian kota Makassar.

Kondisi hujan yang mengguyur kota Makassar dan beberapa daerah yang kami lewati membuat "penyakit kebelet pipis" melanda sebagian besar penumpang. SPBU menjadi Oase bagi para penderita penyakit tersebut. Saya cukup bersyukur karena dinas pariwisata Sulawesi Selatan tidak pelu benar-benar kehilangan muka dihadapan ibu-ibu tersebut karena kehadiran WC umum di SPBU-SPBU yang berada dalam kondisi bersih, meski WC pertama yang kami datangi ternyata tidaka memiliki persediaan air dan terpaksa menampung air hujan sebagai sarana untuk melengkapi ritual buang hajat tersebut.

Satu-satunya daerah wisata yang di datangi hari ini adalah Gunung Nona. Itu pun rombongan hanya sekedar datang ke salah satu warung dan numpang foto-foto di lantai 2 warung tersebut yang tengah dibangun. Kondisi ini cukup meningkatkan kembali semangat ibu-ibu tersebut yang sempat kendor akibat panjangnya perjalanan yang harus di tempuh.


Untuk hari ini hanya itu kisah yang bisa saya bagi..postingan selanjutnya mungkin berisi kisah yang lebih seru, karena rencananya ibu-ibu ini akan mengunjungi beberapa tempat di Toraja ini. Yah semoga besok ada lebih banyak hal menarik yang bisa diceritakan dan dieksplorasi..
(^_^)v

..cerita perjalanan..part 1

@hotel luta
23:05

hm..ini catatan perjalanan sejak kemarin 28 Mei 2011 hingga hari ini 29 Mei 2011. (sebenarnya sejak kemarin saya ingin memposting tulisan, namun baru sekarang ada kesempatan dan sarananya).

perjalanan ini tidak akan aku lakukan jika tidak dilakukan untuk memenuhi permintaan mama dan papaku. Sejak Jum'at 27 Mei 2011 lalu, rombongan ibu-ibu dari kantor papaku yang di Bandung datang untuk melakukan liburan di Sulawesi Selatan. Mama diminta oleh Papa untuk menemani ibu-ibu itu, tapi mama yang menolak untuk pergi sendiri akhirnya meminta dengan sangat untuk aku temani.

Sabtu lalu, aku ikut dengan rombongan tersebut menuju Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Rombongan tiba di Bantimurung pada pukul 10 lewat 11 menit. Ibu-ibu tersebut kemudian memutuskan untuk menikmati apa pun yang di tawarkan di Bantimurung. Namun ternyata hanya satu yang bisa dinikmati yakni permaian meluncur dengan ban dari air terjun. Sedangkan aku dalam perjalan tersebut bertugas menjadi fotografer dan pengambil gambar. Dengan berbekal sebuah kamera milik kepala rombongan aku akhirnya dengan gagah berani melangkah dibatu karang untuk mengambil gambar para peluncur yang sudah tidak muda lagi itu. Hasilnya rokku basah (syukur gak kuyup). Sedangkan hal yang dibawa pulang oleh ibu-ibu itu adalah lecet2 di kaki, kaki yang bengkak, dan sedikit sakit akibat benturan di kepala..(^_^)v (sungguh beruntungnya diriku..he..he..)


Saat di bantimurung ini, ibu-ibu tersebut disibukkan dengan belanja oleh-oleh yang ditawarkan oleh penjual. Gantungan kunci dengan kupu-kupu yang diawet di dalamnya serta pajangan berupa beberapa buah kupu-kupu yang diawetkan menjadi produk favorit mereka.


Sepulang dari Bantimurung, ibu-ibu itu kemudian mencoba jagung maros, dan kemudian langsung kembali ke kota Makassar untuk melakukan wisata belanja. Oiya, tapi sebelumnya mereka singgah di salah restoran seafood yang ada di dekat rumah pak Jusuf Kalla di Makassar. Kali ini untuk pertama kalinya aku mencoba makan ikan kudu-kudu. Sebuah ikan berbentuk kotak dengan kulit yang keras, namun ternyata dagingnya lembut dan gurih setelah digoreng tepung (nambah pengalaman baru lagi deh..he..he..)


Nah wisata belanja merupakan cobaan yang berat bagiku, berhubung aku tidak terlalu suka belanja (FYI, belanja bagiku berkisar di dua tempat yakni supermarket -untuk beli kebutuhan sehari2- dan toko buku). Ibu-ibu ini menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrak-abrik toko yang menjual oleh-oleh khas Sulawesi (bukan Sulawesi Selatan, karena sarung mandar juga ada di sana padahal mandar itu termasuk Sulawesi Barat). Yang menarik muncul beberapa nahkoda kapal asing yang menggunakan seragam mereka. Tapi  beberapa diantaranya cukup gendut sehingga semakin mempersempit ruang gerak di toko (dan semakin membuatku tidak nyaman), meski di antara mereka juga ada yang bertampang cakep (he..he..diriku masih normal untuk menilai cakep tidaknya seseorang..he..he..).




Pada akhirnya mamaku menyerah untuk menemani ibu-ibu itu dan memilih untuk tidak ikut dalam kunjungan-kunjungan berikutnya yaitu main ke trans-studio dan makan mie titi. Dan berakhirlah sudah perjalananku hari itu..

Jumat, 27 Mei 2011

...Little Men...

Akhirnya buku Little Men telah ku tamatkan. Buku yang benar-benar membawa energi positif dan keceriaan masa kanak-kanak. Satu hal yang harus kuakui dari buku ini adalah kecerdasan dalam mendeskripisikan, menarasikan, dan menggambarkan dialog tokoh-tokohnya sangat menarik. Dengan 14 tokoh anak laki-laki, ibu Bhaer, Pak Bhaer, Silas, Asia dan Mary Ann, tokoh-tokoh mampu menampilkan kisah yang menarik dan menggambarkan tentang sika-sikap baik yang selayaknya dipelajari oleh anak-anak seperti layaknya mereka mempelajari matematika, bahas Latin, dan ilmu-ilmu lainnya.

Sempat terbesit di kepalaku, “Jangan-jangan penulis Toto-Chan terinspirasi oleh kisah di tanah Plumfield ini?”. Jika buku ini ditulis pada masa 100 tahun yang lalu, maka penulisnya adalah seorang yang ikut memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Masih teringat olehku kisah di Little Women yang menceritakan tentang Jo (nama kecil Ibu Bhaer) yang menjadi seorang pejuang hak-hak wanita dan mengiginkan kebebasan yang sama seperti yang dimiliki oleh anak laki-laki. Dan dalam kisah Little Men ini dikisahkan tentang, Asia seorang wanita kulit hitam yang menjadi juru masak di keluarga itu namun tidak diperlakukan sebagai budak melainkan seperti keluarga. Ini adalah kebaikan universal yang berusaha diselipkan dalam buku itu.

Ada banyak dialog yang menceritakan tentang kebijakan filofosis seperti yang diucapkan oleh Ibu Bhaer pada Nan ini, “Sayang sekali kau benci anak laki-laki, karena mereka sangat baik, dan sangat menyenangkan kalau mereka mau. Kebaikan di wajah dan dalam ucapan adalah ciri kesopanan sejati, dan setiap orang bisa melakukannya jika mereka berusaha meperlakukan orang lain seperti mereka memperlakukan diri mereka sendiri”.

Atau nasihat yang diberikan oleh Ibu Bhaer pada Dan yang sebelumnya hidup “liar” dan tidak mempercayai kebaikan orang lain serta bersikap sesukanya. “... Lakukan apa yang kau tidak sukai, dan lakukan dengan baik, maka kau akan mendapatkan dua imbalan. Pertama, hadiah yang kau lihat dan pegang; kedua, kepuasaan setelah melakukan tugas dengan senang hati. Apa kau mengerti?”

Atau kalimat yang digunakan oleh Ibu Bhaer untuk menjawab godaan Tuan Laurie bahwa eksperimennya untuk mengajak anak perempuan di sekolahnya tidak akan bisa berhasil. Dan ibu Bhaer menjawab, “...mengutip seorang profesor, ‘Biarpun eksperimennya gagal, prinsipnya tetap sama’”.

Buku ini “kaya rasa”, dalam BAB Hari Mengarang maka kita akan disajikan sebuah metode belajar yang menarik yang tidak pernah kita temukan di Indonesia. Dimana anak-anak ini memberi kuliah tentang hal yang mereka amati dan menceritakannya dengan cara mereka yang kocak dan banyak akal. Kita dikenalkan metamorfosis capung, jenis-jenis burung hantu, tanaman, dan berbagai hal yang menarik. Anak-anak menjadi pemberi materi dan setiap usaha mereka dihargai dengan pujian yang tulus. (ugh..hal ini entah mengapa sangat jarang ditemukan dalam sistem pendidikan Indonesia. Kasihan anak Indonesia, mereka dididik tanpa menerima award and punishment secara seimbang.. semoga pendidikan Indonesia bisa lebih baik lagi..agar menumbuhkan mental yang benar dalam diri anak-anak Indonesia. Agar keberhasilan tidak lagi dinilai dari seberapa banyak materi yang dimiliki tapi seberapa bermanfaat orang tersebut bagi dirinya dan orang lain)

Dalam BAB PANEN, diceritakan tentang buah dari hasil kerja keras. Dan kerja keras dibarengi keikhlasan dan keceriaan akan menghasilkan panen yang “manis”. Sedangkan dalam BAB JOHN BROOKE diceritakan tentang bagaimana jiwa-jiwa kecil yang ceria itu berempati dan belajar menghadapi kesedihan dan kehilangan.
Buku ini layak untuk menjadi buku suplemen bacaan bagi anak-anak SD kelas 5 ke atas. Mereka bisa belajar tentang keberanian, kejujuran, kehormatan, kesetiaan, keceriaan, kecerdasan, dan banyak hal lain yang sulit untuk diajarkan secara langsung oleh guru-guru di sekolah dan orang tua di rumah. Baik dan buruk memang secara jelas digambarkan dalam buku ini, namun sikap pemaaf dan kebijaksanaan menjadi penengah bagi kedua hal tersebut.

Selamat membaca, dan kelak jika aku punya anak, buku ini akan membantu dia dan diriku menghadapi keceriaan anak-anak yang banyak akal dengan baik. Agar jiwa mereka tidak menjadi jiwa yang terluka dan akhirnya tidak mampu menghadapi kehidupan nyata dengan baik.

Dan untuk landak-landakku tersayang..buku ini pantas untuk kita lahap. Tokoh Dan dalam kisah ini mungkin adalah salah satu jenis landak yang unik. Mungkin memang sifat landak kita butuh dijinakkan oleh sesroang..
(^_^)v

Kamis, 26 Mei 2011

..cinta membaca, suka menulis..

sudah lama tidak menyapa blog ini..
hanya sekedar memposting karya-karya lama agar tak terjebak dalam kevakuman dan tetap bisa memenuhi janji-janji indah di awal penulisan blog ini.

sudah lama aku ingin menulis lagi, tapi saat ini aku tengah menyelesaikan sebuah buku baru yang menarik..
Little Men karya Louisa May Alcott..sebuah karya klasik yang menyegarkan ditengah kepungan buku-buku roman masa kini, atau karya-karya serius yang sarat akan filosofi.


buku ini merupakan seri karya klasik Inggris. Little Women karya penulis yang sama pun termasuk salah satu karya legendaris. Dan buku Little Men ini masih menjadi bagian dari Little Women dengan difokuskan pada rumah salah satu tokoh utama dalam Little Women yakni Josephine March atau yang akrab di sapa Jo. Gadis kecil yang tomboy dan banyak akal di karya Little Women ini, pada buku Good Wives yang oleh pengarang yang sama diceritakan telah berkembang menjadi wanita yang  bertanggung jawab dan keibuan. Jo kemudian menikah dengan seorang profesor dari Jerman yang bernama Fritz Bhaer. Dan dalam buku Good Wifes diceritakan bahwa Jo mewarisi Pulmfield dari Bibi March.

Kisah di Little Men ini menceritakan tentang Jo yang menjadikan Pulmfield sebagai sekolah bagi anak laki-laki. Menariknya, sekolah ini memiliki aturan yang unik. Kesenangan dan pelajaran menjadi dua hal yang diseimbangkan.  Selalu ada ruang bagi jiwa anak-anak, dan selalu ada maaf dan kelembutan bagi setiap kesalahan yang disesali oleh para spartan-spartan kecil. Keanekaragaman sifat dan karakter yang dimiliki oleh anak-anak Pulmfield diharapkan bisa membawa pengaruh yang baik bagi satu sama lain.

Banyak kebijaksanaan dan kecerdasan yang tercecer di buku ini. Di lain waktu aku akan mencoba untuk menuliskannya lebih detail lagi. (namun, sebaiknya saya memenuhi janji yang sama terkati buku "9 matahari"..he..he..)

Rabu, 25 Mei 2011

..Bunga Anora dan Peri Keefe..

Di sebuah negeri yang bernama Mocktial, hiduplah penduduk yang memiliki telinga panjang dan tajam seperti telinga peri. Mereka adalah keturunan setengah peri dan setengah manusia. Semua penduduk di negeri itu memiliki keunikan tersendiri dan sabagian dari mereka bisa menggunakan sihir. Negeri itu amatlah damai, namun ada satu orang yang sering menjadi sumber keributan di negeri itu. Dia adalah Keefe.
Keefe adalah seorang anak yang amat nakal. Dia memiliki banyak kemampuan. Dia bisa menggunakan sihir dan yang paling utama adalah dia mampu mengerti bahasa tumbuhan dan hewan. Keefe sudah tidak memiliki orang tua, itu sebabnya ia sering merasa iri pada anak kecil yang masih memiliki orang tua. Perangai Keefe amatlah buruk, dia senang mencabuti tanaman yang ia dapati sedang menceritakan keburukannya dan dia amat senang menyiksa hewan hingga hewan itu mati. Selain itu dia sangat senang mencuri dan memukuli anak yang lebih kecil darinya.
Namun ada satu tumbuhan yang tidak mampu ia dengar pembicaraannya. Bunga itu bernama Anora Velda, bunga itu tumbuh di tengah telaga yang berada di tengah hutan. Bunga itu amatlah wangi, dan wanginya mampu membuat orang yang mecium wanginya merasa tenang. Dan Keefe merasa amat kesal pada tumbuhan itu karena ia tidak dapat mendengar suaranya, bahkan menyentuhnya pun dia tidak mampu.
“Wahai pohon Kurtin, apa bunga Anora itu bisu?” tanya Keefe pada pohon yang tumbuh di samping telaga tempat bunga Anora tumbuh.
“Tidak, dia bahkan memiliki suara yang amat merdu. Pada pagi hari ia menyanyikan lagu yang amat indah,” jelas pohon itu.
“Tapi, kenapa aku tidak bisa mendengar suaranya? Bahkan menyentuhnya pun tidak bisa,” gerutu Keefe sambil menendang kerikil ke telaga yang menimbulkan riak. Keefe memang pernah mencoba berenang di telaga itu untuk memetik bunga Anora, namun tiba-tiba saja sebuah sulur panjang muncul dan mendorongnya menjauh dari bunga tersebut.
*****
Suatu hari, tiba-tiba saja segerombolan peri bersayap hitam muncul dan menghancurkan desa. Semua penduduk desa diubahnya menjadi batu, hanya beberapa orang yang selamat dari kejaran peri-peri jahat itu.Keefe yang saat itu berada di dalam hutan, berhasil selamat dari kejaran para peri hitam itu. Dan di depan matanya dia melihat seorang anak kecil dan ibunya di bunuh oleh peri-peri hitam itu. Melihat kejadian itu, dia teringat kembali pada masa lalunya.
Orang tua Keefe meninggal ketika mencoba menyelamatkan Keefe dari serangan peri-peri hitam itu. Masih teringat jelas olehnya ketika ibunya menggendongnya dan membawanya ke dalam hutan, sedangkan ayahnya mati-matian membelanya. Namun akhirnya ayahnya pun terbunuh, kemudian ibunya pun terbunuh setelah berhasil menyembunyikan Keefe. Saat itu, Keefe merasa amat marah kepada semua orang yang hanya mampu bersembunyi di dalam rumah mereka tanpa mau menolong orang tua Keefe. Itulah sebabnya Keefe memilki perangai yang amat buruk.
Melihat apa yang dilakukan oleh para peri hitam itu yang ternyata jauh lebih buruk dari sebelumnya, akhirnya Keefe pun bersembunyai sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan penduduk kampungnya.
“Jadi inilah yang mereka rasakan ketika melihat ayah dan ibuku terbunuh?” tanya Keefe dalam hati.
“Mereka merasa ketakutan sehingga tidak mampu berbuat apa pun meski mereka ingin menolong,” lanjut Keefe dalam hati. Itu membuatnya merasa bersalah atas sikap buruknya selama ini. akhirnya Keefe memutuskan untuk menolong penduduk desanya yang telah berubah menjadi batu.
“Tapi bagaimana caranya?” tanya Keefe lagi dalam hati. Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang amat merdu dan membuatnya merasa damai. Ia lantas mencari sumber suara itu. Dan ketika sampai di tepi telaga, dia kaget karena suara itu ternyata adalah suara bunga Anora.
“Keefe, kamu bisa mendengar suaraku? Hanya hati yang tuluslah yang mampu mendengar suaraku. Dan saat ini hatimu dipenuhi ketulusan untuk menolong penduduk kampungmu. Kamu mampu menolong mereka dengan membawa aku ke sarang para peri hitam dan masukkanlah aku di telaga yang ada di sarang mereka. Maka dengan begitu semua kutukan itu akan lenyap dan mereka akan kembali menjadi peri yang baik,” jelas bunga Anora itu dengan suaranya yang begitu mendamaikan.
Akhirnya Keefe pun mengambil bunga Anora dan membawanya ke sarang para peri hitam. Sesampainya di sarang peri hitam itu, Keefe harus bertarung dengan menggunakan sihirnya untuk bisa masuk di telaga yang dijaga oleh para peri hitam.
“Koundarian likuros!” teriak Keefe sambil mengangkat bunga Anora yang kemudian terbang menuju telaga. Seketika itu juga sebuah sinar yang amat menyilaukan menutupi seluruh planet Peri. Dan para peri hitam itu pun jatuh pingsan kemudian berubah waran menjadi peri yang amat cantik, dan penduduk kampung terbebasa dari kutukan itu.
Tidak lama kemudian para peri hitam yang telah berubah, terbangun. Mereka kembali ke perkampungan Keeve. Mereka melihat orang yang telah menjadi batu kini sudah kembali normal. Orang-orang yang telah terbunuh akhirnya dikuburkan. Para peri hitam yang telah sadar, akhirnya meminta maaf dengan sangat menyesal dan sejak itu para tersebut tinggal di sana dan selalu berupaya menolong penduduk desa itu. Keeve kemudian berhenti menjadi anak nakal dan dianggap sebagai pahlawan di negeri Mocktial.

Minggu, 22 Mei 2011

..Kenangan Di Negeri Eksponen..

Kenangan Di Negeri Eksponen
(Puisi Yang Terdedikasi Untuk Bunda Nirwana)

Hari ini kala surya menebarkan kehangatan
                dan sang awan menyentuh kesejukan..
Tirai sang waktu kembali terkuak
                mementaskan lakon tua tentang kenangan
                memainkan drama kehidupan tiga tahun..dalam satu babak

Terukir kembali tawa yang ditingkahi canda
tangis yang diselami duka
dan amarah yang dibakar khilaf..
yang menjadi bukti atas cinta tulus sang pendidik
                         tanpa berharap lebih selain kesuksesan setitik
         dan kebersamaan yang menggelitik

Kini di saat semua telah menjadi kenangan
                dalam setiap hati yang telah bersama di tempat ini..

Kami hanturkan..
                maaf..untuk setiap salah yang melukai
                terima kasih..untuk setiap cinta dan kepedulian yang terkuak
       dalam simfoni keharmonisan yang tercipta di setiap sudut tempat ini

Kepada guru kami yang tiada mengeluh..
Teruntuk guru kami yang mengulurkan kasih tanpa pamrih
                dan memberi cinta dengan nurani..
Hanya ini yang bisa kami berikan
                hanya memori panjang yang singkat
                         yang akan menjadi bingkisan sederhana dari kami..
                                sebagai tanda cinta kepada Bunda

Created by: Atria Dewi Sartika
with all love in each heart of XII IPA A’s people

Mari Berbincang

Ayo kawan,
mari duduk sejenak untuk menyapa hariku
mari rehat sesaat sambil menyelami pikiranku
Bukan karena sombong aku mengajakmu membahas diriku
tapi karena aku tengah diselubungi tirai kekalutan

Ayolah kawan kita bicara tentang kebenaran hari ini
bicara tentang salah benar
bicara tentang keadilan
dan bicara tentang keberanian

Sebut saja makna kebenaran bagimu
apakah ia sebuah makanan yang harus disembunyikan hingga membusuk
ataukah ia sebuah wacana untuk mendamaikan hati tanpa perlu realisasi
mungkin juga kebenaran adalah sikap kesatria yang telah punah ditelan masa
sebut saja makna kebenaran bagimu

Adakah yang mampu menerangkan “salah benar” yang benar?
ataukah sebuah salah yang dibenarkan?
adakah yang mampu memberiku contoh saat benar tetap menjadi benar atau salah tetap dinyatakan salah?
apakah ketika sebutir beras terrenggut oleh tangan yang kelaparan adalah sebuah kesalahan?
apakah ketika seorang dengan  perut kenyang menerima sekantong uang untuk menguras harta negara adalah sebuah kebenaran?
entahlah karena yang terekam lewat mataku hanyalah benar menjadi sebuah kebenaran yang palsu saat kasus hukum meringankan ganjaran bagi pencuri harta rakyat
dan memberatkan hukuman bagi pencuri tiga biji buah yang asam

Ayo lanjutkan perbincangan ini kawan
ceritakan padaku bagaimana itu keadilan
adakah ia bertubuh indah namun buta
ataukah ia berwangi harum namun berduri
aku hanya mengenali satu keadilan
yakni saat aku tetap meletakkan sesuatu pada tempatnya meski teriakan dan ancaman menjadi kerikil yang melukaiku

Aku belum juga mengenal kebenaran, salah benar atau pun keadilan
yang aku kenal dengan akrab adalah keberanian
yakni saat aku berani berkata bahwa semua itu hitan meski semua orang meneriakkan putih karena yang tampak olehku adalah hitam
keberanian adalah saat aku berani berucap tentang kejujuran yang melukai namun mampu memperbaiki

Ayo kawan, simpan tanya itu dibenakmu
tanamkan keberanian dalam hatimu
karena dalam keberanianlah kebenaran menjadi benar
dengan keberanian keadilan ditegakkan
dan dengan keberanianlah kita mampu mengatakan diri salah saat kita telah khilaf
serta bersama keberanianlah perubahan menjadi lebih baik itu bisa dimulai
----Makassar @ my room----
26032010
02:07

..Bahagia Hari Ini Adalah Pilihan..


“Ugh, kenapa sich hari ini semua orang menyebalkan? Gak ada yang mau ngertiin aku. Aku ngerasa kesal banget. Benar-benar hari yang buruk!”
Hm..kata-kata seperti itu atau yang mirip seperti itu sering kali kita ucapkan (atau sekedar teriakkan dalam hati) saat kita melewati hari yang menguras tenaga secar fisik dan mental. Fuih, kalo bisa sich kita gak akan mau melewti hari seperti itu lagi. Sayangnya, impian muluk itu tidak mungkin terjadi.
Hidup tanpa masalah = mati. Percaya deh kata-kata itu benar banget. Kalau bukan karena kesedihan maka kita tidak akan paham kebahagiaan. Kalau bukan karena masalah maka kita takkan pernah menjadi dewasa..(cie..bijak banget yah).
Nah, kalau masalah wajib ada dalam hidup berarti yang harus kita terima adalah bahwa kita wajib menghadapi masalah. Buat apa ada masalah kalau hanya untuk melarikan diri dari hal itu, iya kan? Tapi bagaimana mungkin kita bisa merasakan kebahagiaan kalau kita harus terus-terusan menghadapi musuh abadi kita itu?
Jawabannya mudah kok. Kamu harus memilih untuk bahagia. Bukan menjadi bahagia karena memang seperti itu. Tapi kamu harus berusaha untuk bahagia dengan menjadikan kebahagiaan hari ini sebagai pilihanmu. Trus kalau sudah memilih untuk bahagia, apa ada yang akan berubah?
Waduh, jelas tidak ada yang akan berubah kalau kita hanya sekedar menjadikannya pilihan dalam ”kertas ujian” di dalam hati.  Kalau ingin perubahan, do somethings to make it real. Kalau sudah memilih untuk bahagia hari ini, maka tindakan berikutnya adalah mencari tahu hal-hal yang bisa kita lakukan untuk membuat hidup kita lebih indah dan berwarna..gak cuma warna muram doang.
Trus apa donk yang harus kita lakukan? Bagaimana kalau lingkungan kita gak mendukung sama sekali untuk bikin hidup kita bahagia? Apa kita harus menjauh dari lingkungan itu? Nah pertanyaan seperti itu biasanya nongol di kepala kita.
Nah, jawabannya simple kok. Tapi prakteknya emang susah banget. Tapi gak ada yang gak mungkin selama kita mau berusaha kan? Nah yang paling pertama adalah tanamkan sikap optimis dalam diri kita. Hal ini bisa dilakukan setiap pagi ketika kita bangun tidur. Saat membuka mata, jangan lupa berdo’a pada Tuhan biar diberi hari yang indah. Tekankan dalam hatimu bahwa Tuhan akan membantu usahamu untuk menjadikan hari ini indah. Setelah itu berdirilah di depan cermin dan tersenyum pada dirimu sendiri seraya ucapkan, ”Selamat melewtkan waktu yang indah, yah!”.
Nah awal pagi yang menyenangkan telah kita lewati, yakinkan hati bahwa pagi yang indah ini akan diikuti keindahan-keindahan berikutnya. Nah, kalau di saat kita melewati hari, ternyata ada yang merusak kebahagiaan kita dengan tindakan atau pun peristiwa yang bikin kita sakit hati, maka tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan pelan-pelan. Oiya, ada satu kata-kata yang benar banget untuk situasi itu yaitu Dahulukan kesadaran dari pada kemauan. Jadi, jangan ikutin nafsu marah-marah yang menguasai kita tapi pikirkan efek dari tindakan yang kita ambil. Jangan sampai kita putus hubungan sama sahabat hanya karena kesalahan mengambil tindakan. Kan gak enak banget tuh.
Coba untuk selalu berpositif thinking. Emang sih positif thinking itu susah banget (aku juga ngerasain itu..) tapi teruslah melakukannya. Paling tidak dari sepuluh negatif thinking kita bisa ubah lima di antaranya menjadi positif thinking, dan itu lebih baik dari pada punya sepuluh negatif thinking kan? So, be optimis! Lagian positif thinking bikin hidup lebih mudah lho, karena kita tidak perlu menguras tenaga untuk pikiran-pikiran negatif yang sering kali berujung pada kesalahan dalam bertindak. Positif thinking juga akan mengajarkan kita untuk lebih dewasa dan bijak untuk berfikir. Jadi, tunggu apa lagi?! Selimuti dirimu dengan hal-hal positif dan pikiran positif.
Lantas, apakah positif thinking udah cukup? Belum. Tahu gak, kalau senyum dan tawa itu benar-benar menularkan virus happy. Coba deh, pas lagi badmood kita banyak-banyakin ngumpul ama teman yang ngocol dan lucu. Dijamin rasa bete’ bakalan berkurang. Terkadang kita tidak perlu alasan khusus untuk tersenyum kok. Salah satu cara menikmati hari dan membuatnya berwarna adalah dengan senyum.
Masih susah senyum karena merasa gak ada alasan? Hm..pernah gak kamu menikmati pemandangan alam dan kegiatan orang-orang yang ada di sekitar kamu? Apa senyum yang menunjukkan kesyukuran atas nikmat-Nya karena memberi hujan yang kan menumbuhkan bunga-bunga indah masih belum cukup menjadi alasan untuk tersenyum? Coba juga kamu berfikir bahwa kamu belum tentu dapat menikmati keindahan itu besok, jadi syukurilah karena kamu bisa melihat semua itu hari ini. Percaya deh, kesyukuran itu akan membawa ketenangan yang kan membuatmu lebih mudah meenjalani harimu.
Tahu gak kalo kekuatan senyum itu dahsyat banget. Terkadang senyum dari orang yang kita ’kagumi’ sudah sukses bikin hati kita berbunga-bunga. Senyum dari sahabat akan melunturkan rasa kesepian yang sempat menghinggapi hati. Trus senyum untuk diri sendiri akan membuat kita makin cinta dan menghargai diri kita sendiri. Jadi, tersenyumlah!
Oiya, hampir lupa. Satu hal lagi yang harus kita perhatikan yaitu jangan melakukan kegiatan dengan terburu-buru lebih baik cepat dari pada telat. Jadi usahakan jangan telat bangun, biar pergi ke sekolah atau ke kampus gak terburu-buru karena takut terlambat. Ketika terburu-buru, kita tidak bisa menikmati hal-hal indah yang kita lewati selama perjalanan. Jadi, usahakan jangan  terburu-buru dalam melakukan sesuatu coba nikmati tiap prosesnya kalau perlu catat semua hal yang menyenangkan hari itu dengan harapan kamu bisa melihat lebih banyak hal-hal yang menyenangkan yang selama ini kamu lewatkan.
Mau coba? Nah, kamu bisa mencobanya dengan menikmati perjalanan ke sekolah. Coba lihat keluar jendela, perhatikan tetets air hujan yang menetes dari helai-helai daun, liat awan dan coba tebak ada bentuk apa di sana. Trus kalau ketemu lampu merah, coba perhatikan tingkah anak jalanan maupun para pengendara. Terkadang ada hal yang lucu maupun aneh yang bisa kita temukan dari situasi-situasi itu.
Jadi, awali dan akhiri hari dengan senyuman. Tanamkan rasa percaya dirimu dan mulailah harimu dengan bersemangat dan ingat jangan terburu-buru! Nikmati setiap proses yang terjadi. Yakinlah bahwa BAHAGIAMU HARI INI ADALAH PILIHANMU! Jadi, jiwamu menunggumu mewujudkan kebahagiaan itu.


26 Desember 2007


*ditemukan tercecer dalam file2 lamaQ*

Selasa, 17 Mei 2011

..perpustakaan dan membaca..pasangan yang terpisah??


Untuk malam ini aku sempat kehilangan ide untuk menulis.
terlintas dalam benak pertanyaan “Malam ini aku menulis tentang apa?”.
apa hanya sekedar menulis curahan hati..atau berbagi tentag banyak hal yang memenuhi isi kepalaku.
Akhirnya ketika lapotop ini sedang start up, aku meraih buku dari DATUK ke SAKURA EMAS, buku yang baru saja kubeli malam ini dengan subsidi dari papaku. (^_^)
pada kata pengantar buku ini diceritakan alasan yang melatarbelakangi lahirnya bunga rampai cerita pendek tersebut. 

Ternyata  buku ini lahir dari keprihatinan atas kesulitan ekonomi yang dialami Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin(PDS) akibat kian berkurangnya bantuan dana operasional dari pemerintah.
Sebuah kegagalan yang sangat fatal menurutku. Perpustakaan yang sekaliber PDS saja tidak diperhatikan oleh pemerintah apatah lagi perpustakaan-perpustakaan yang berada dipelosok-pelosok negeri.  Hal ini merupakan kondisi yang sangat patut disesalkan. Perpustakaan adalah tempat utama untuk menemukan buku-buku untuk dibaca, dengan membaca maka akan memperluas wawasan, menajamkan pikiran sehingga kecerdasan dan kemampuan seseorang bisa meningkat.

Pemerintah khususnya pemerintah Makassar mencanangkan program makassar gemar membaca. Pemerintah juga setiap tahunnya mengupayakan agar jumlah buta aksara meningkat dan kualitas SDM kian membaik. Namun kondisi ini akan sulit terjadi jika masalah sepenting ini masih terus dinomorduakan.
Seharusnya pemerintah memperhatikan sarana publik yang satu ini. Perpustakaan bukanlah dominasi kaum pelajar, dan intelektual. Namun perpustakaan menjadi kebutuhan masyarakat. Perpustakaan selayaknya mampu menjadi jawaban atas informasi-informasi lengkap mengenai banyak hal di dunia bagi masyarakat. Selain itu, perpustakaan menjadi tempat bagi mereka yang kurang mampu untuk memperoleh ilmu yang lebih banyak dengan membaca sebanyak-banyaknya diperpustakaan umum yang dikelola oleh negara.
Sebuah ide terbesit oleh saya, bagaimana kalo Perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah menjadi salah satu pihak yang menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak jalanan. Mungkin dengan membuka program belajar membaca pada hari-hari tertentu. Membuka kelas-kelas bahasa Inggris, matematika dan lain-lain, agar pendidikan luar sekolah semacam ini tidak menjadi dominasi mereka yang  mampu dibawah bimbingan lembaga-lembaga kursus komersil. Selain meningkatkan kecerdasan bangsa juga akan mampu membantu upaya mengurangi angka kriminalitas di kalangan anak jalanan. Selain itu selayaknya sebuah perpustakaan menyediakan sudut atau ruang tertentu sebagai ruang baca anak dan membuat program mendongeng pada hari-hari tertentu sehingga minat baca anak tumbuh sejak kecil.

Ah..masih banyak hal lain yang bisa dieksplor oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui perpustakaan nasional dan daerah milik pemerintah.

Kutipan dari kata pengantar buku dari DATUK ke SAKURA EMAS : ”.. sumbangan terbesar untuk perpustakaan tetap saja: rajin membaca dan mengunjungi perpustakaan, sekaligus itulah cara terbaik untuk melestarikan buku dan perpustakaan.”

Minggu, 15 Mei 2011

..filosofi landak..part 1

aku punya hutang janji pada seseorang untuk menceritakan tentang filosofi landak..
aku menjanjikan untuk menceritakannya dalam bentuk cerita fiksi, namun hingga kini janj itu masih sangat sulit terealisasikan.
namun akan terus saya usahakan.
Filosofi ini aku baca ketika aku masih duduk di bangku SMP (sekolah menengah pertama).
jadi filosofi ini kian lama kian samar. Namun aku akan mencoba menelusurinya.
Namun ada satu hal yang kupahami tentang filosofi landak.
“Landak adalah sosok yang berbeda. Mereka akan sulit dipahami. Karena layaknya seekor landak, mereka senantiasa melindungi diriny dengan duri. Dan hanya dengan menemukan jarak yang tepat dengan landaklah hingga dapat berdekatan dengannya. Hal ini pun berlaku bagi kami para manusia landak. Orang-orang yang dalam hidup fokus pada perlindungan diri namun tidak juga berarti menjadi sosok  yang ketakutan karena kami punya diri. Itu sebabnya kami tidak takut untuk jadi berbeda”
Itu mungkin hanyalah interpretasi pribadiku..
namun tentang jarak yang tepat untuk berdekatan dengan landak itu adalah hal yang benar.
bahkan landak dengan landak lainnya harus mampu menemukan jarak yang tepat untuk tidak saling melukai.

@ sofabed di kamar sementara
15 Mei 2011
1:24

..membaca fiksi..inspirasi hidup..

siapa bilang membaca fiksi itu pekerjaan tidak berguna?
siapa bilang cerita rekaan hanya akan membuat khayalan kita membumbung tinggi?

Pernah membaca buku “9 Matahari” karya Adenita?
Jujur, buku ini pada awalnya membuatku bosan setengah mati.
Alhasil, sejak saya membelinya pada Desember 2009, baru pada Mei 2011 ini saya akhirnya mulai menamatkan membaca buku ini.
moment yang agak terlamat sebenarnya.
namun tidak ada kata terlambat dalam memungut berbagai ilmu kehidupan yang terserak disepanjang kisah hidup kita kan?

Sebenarnya saya bermaksud untuk memposting berbagai kalimat bijak dan berbagai inspirasi hidup yang tercecer dalam buku ini. Namun, izinkan lah saya terlebih dahulu menuntaskannya kemudian berbagai banyak hal yang saya temukan dalam membaca karya Adenita tersebut.
InsyaAllah akan ada satu postingan (atau bahkan 2 jika ternyata satu tulisan tidak bisa cukup mengulasnya) yang akan membahas berbagai nilai positif karya ini.

Satu hal yang saya temukan bahwa,
“setiap buku selalu memberi nilai pembelajaran tersendiri. Seburuk apa pun buku itu, keburukan dari buku itu mengajarkan kita untuk menemukan sebuah kebaikan”

Selain itu saya juga menyadari bahwa “Kamu tidak akan menyukai sesuatu jika sejak awal memulainya tanpa berusaha menyelesaikannya”, karena seperti ketika membaca buku ini, cerita awal buku ini bagi saya – penikmat fiksi sejak kecil- sangatlah membosankan. Hingga akhirnya menolak untuk menyelesaikannya. Namun ternyata ketika ada sebuah moment bagi saya untuk menyelesaikannya (meski pada awalnya karena keterpaksaan demi “membunuh waktu”) saya akhirnya bersyukur telah membeli buku ini. Di tengah hingga akhir buku ini banyak motivasi positif terkait pendidikan yang sayang untuk diabaikan. Itulah sebabnya kalimat “tidak kenal maka tidak sayang” tetap lekang sepanjangan zaman. Karena pada dasarnya kita tidak akan bisa menemukana sesuatu yang akan membut kita “jatuh cinta” pada sesuatu hingga kita berusaha mengenal seluruh seluk beluk dan “isi” dari sesuatu.
Makassar, @ kamar sementaraku
23:56

..diam bukan berarti tak bekerja dan berkarya..

postingan terakhirku adalah tanggal 30 April 2011..
cukup lama juga..
namun kevakumanku bukanlah tanpa alasan melainkan sebagai upaya untuk melancarkan proses penulisan skripsi sebagai tugas penutup dalam proses menempuh strata satu di salah satu universitas di Makassar.

ternyata hal ini memang membuahkan hasil..kemarin, Jumat, 13 Mei 2011, aku berhasil melewati ujian skripsi dengan baik. meski aku menyadari bahwa "anak asuhanku" ini tidaklah sebaik (karena sulit untuk sempurna) yang aku inginkan. aku akan berusaha memperbaikinya sebaik yang aku mampu agar bisa benar2 bermanfaat sebagai bahan rujukan di masa depan.

akhirnya aku akan bersiap mengucapkan selamat tinggal pada salah satu fase kehidupanku.
fase sebagai mahasiswa S1 telah mencapai pintu gerbang. Di luar gerbang tersebut terbentang jalan yang penuh cabang yang entah akan membawaku ke arah mana. Namun, aku yakin akan berujung pada jalan yang indah.

"diam" selama beberapa hari dari blog ini bukan berarti aku tidak berkarya.
namun aku mencoba menghasilkan sesuatu di tempat lain.
hal ini juga sebenarnya berlaku dalam dunia nyata.
diamnya seseorang tidak berarti dia berhenti bertindak. diamnya bisa saja untuk mencoba mengumpulkan tenaga untuk serangan balik atau bahkan diamnya karena dia telah mengatakan sesuatu yang dia rasa telah cukup untuk menyampaikan maksudnya dan reaksi kita tidak akan mengubah keputusannya.

jadi diam tidak menunjukkan kelemahan melainkan menjadi sesuatu yang perlu dicermati lebih dulu.