Minggu, 22 Juli 2012

mengenang 8 tahun berhijab..alhamdulillah..

Bismillahirrahmanirrahim..

Ah, alhamdulillah masih diberi berkah bertemu dengan Ramadhan tahun ini.. Alhamdulillah..
Teringat kembali kenangan masa SMA ketika hidayah berhijab dengan penuh keteguhan datang bersama sebuah kesempatan untuk melaksanakannya. Moment pesantren kilat sebagai wakil dari mushallah Al-Iqra dalam peskil bersama pada 1 Ramadhan 1425 H atau 15 Oktober 2004.
Alhamdulillah niat berhijab berhasil terwujud. Dengan berbagai hambatan yang terjadi sebuah niat untuk menjadikan keputusan ini sebagai pilihan seumur hidup. Dengan tekad bahwa insyaAllah hijab itu bukanlah hijab yang dipakai untuk alasan lain selain tunduk pada perintah Allah. Dengan do'a untuk selalu dalam penjagaannya dan hijab itu menjadi wasilah untuk menjaga diri, akhirnya hijab putih yang menjadi hijab pertamaku pun kukenakan.
Setelah kucing-kucingan dengan ibunda yang awalnya tidak begitu menyetujui niatan itu, alhamdulillah berkah Ramadhan menghampiri. Ibunda menyetujui keputusan itu meski beliau tetap meminta untuk mempertimbangkannya lagi. Apalagi ketika melihat hijab yang aku kenakan adalah hijab yang tergolong panjang karena benar-benar dijulurkan menutupi dada.
Pada masa itu, hijab masih disebut jilbab. Penggunaan hijab itu lebih sering ditujukan pada jilbab yang langsung pakai dan lebar hingga menutupi tubuh dan tangan pemakainya. Alhamdulillah sebelum memakai hijab aku telah lebih dulu mengilmui mengenai kewajiban tersebut. Dan sempat mengalami penyesalan atas keterlambatan menggunakannya karena jika setiap helai rambut yang nampak akan mengalirkan dosa maka telah berapa banyak dosa yang dihasilkan oleh seluruh helaian rambutku selama bertahun-tahun sejak masa balighku.. Astagfirullah..
Hal yang hingga kini kusyukuri adalah proses mengilmui itu. Aku tidak menjadikan fashion sebagai tolak ukur utama dalam menggunakan hijab. sefashionable apa pun jika tidak terjulur hingga menutupi dada maka itu tidak menjadi pilihan. Berupaya agar tidak ada punuk unta yang muncul di belakang kepala karena takut menjadi kelompok yang disebutkan oleh Rasulullah dalam hadistnya:

"Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapl, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 th).. (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421). 

 Hal yang sangat miris terjadi dihadapanku terutama di kota Bandung, kota tempatku menempuh pendidikan sekarang, yang merupakan pusat mode di Indonesia. Berbagai model hijab bersama berbagai bentuk cara pakai akan terus ditemukan di kota ini. Namun sayangnya sering kali pemakainya memprioritaskan keindahan dan tidak merasa risih memperindah tampilannya namun ternyata sedikit kulit mengintip ditengkuknya.. Astagfirullah..Naudzubillah.. Terkadang terbesit keingin untuk menegur mereka. Namun rasa segan membuatku mengurungkan niat.

Dan kini media semakin mengukuhkan hijab sebagai bagian dari fashion. Hijab tidak lagi menjadi bagian dari syari'at. Pilihan seseorang untuk memakai hijab kini tidak lagi karena ingin mendekat diri pada Allah dan tunduk pada perintahNya, seringkali alasannya karena mereka terlihat lebih cantik dan menarik dengan hijab yang kini sudah banyak ragamnya. Alasan seperti inilah yang membuat mereka tidak segan-segan menanggalkan hijabnya jika mereka merasa momen itu tidak cocok jika memakai jilbab. Hal ini juga yang mungkin saja membuatku kini sering mendapati seorang wanita berhijab namun merokok di tempat umum. Menemukan wanita berhijab namun menggunakan pakaian yang sangat ketat sehingga bentuk tubuhnya benar-benar tampak layaknya tidak memakai pakaian. Astagfirullah..

Telah banyak jalan yang ditempuh olah setan untuk menggoda muslimah semoga hijab tidak menjadi jalan bagi setan menghembuskan jalan yang menjauh dari keridhaan Allah.
Alhamdulillah setelah 8 tahun menggunakan hijab hingga kini tidak tertanggalkan.. semoga untuk selamanya..
mudahkan ya Rabb..
Amin..



Minggu, 08 Juli 2012

manifesto sindikat penulis

Manifesto Sindikat Penulis
Kami adalah pengedar kata-kata.
Memuntahkan beragam aksara adalah kebiasaan utama kami.
Titik dan koma, kalian tahu, adalah sahabat karib yang tidak pernah bisa kami khianati.

Kami menulis di berbagai kesempatan, tapi kalian menyebut kami pemalas.
Kami menulis di setiap ruang dan waktu, tapi kalian menyebut kami pengkhayal.
Kami membaca di mana saja, tapi kalian menyebut kami kurang kerjaan.

Kami bukanlah apa yang kalian persangkakan tentang kami.
Kami adalah penulis dan selamanya memang akan tetap selalu begitu!

Kami mengerti bahwa bahasa adalah hasil kesepakatan.
Dan kami sepakat bahwa bahasa selalu menjanjikan kebebasan.

Membaca membuat kami bijak.
Menulis membuat kami bahagia.

Kami adalah penulis, dan kami tidak butuh persetujuan dari siapa pun!


— Sindikat Penulis —
 
 
 
 
manifesto ini saya kutip dari http://sindikatpenulis.forumotion.com
baru saja bergabung di komunitas ini..
semoga memudahkan penulis untuk tidak berhenti menulis..
(^_^)v 

Sekedar Menghempas Debu dan Jaring Laba-Laba

Kesibukan selalu menjadi kambing hitam dalam setiap kegagalan memposting tulisan.
Seolah waktu 24 jam tidak lagi cukup untuk memenuhi semua rencana
menghentikan penundaan menjadi kebiasaan yang hanya sekedar menjadi resolusi tahunan.
Membaca kini menjadi rutinitas yang terlalu memforsir tenagaku. mendengar musik dan menghabiskan waktu menggelandang di jalan menjadi prioritas kedua dalam keseharianku.

Sikap sok sibuk ini membuat produktivitas menulis menurun jauh.
Memang pada saat membaca ada sejumlah ide tulisan yang terlintas
serangkaian kata yang terbaca di benar
namun keengganan menunda bacaan untuk sekedar menuliskan sebaris kata-kata membuat semua inspirasi itu berlalu begitu saja
barulah ketika terpaku di depan laptop, penyelasan membanjiri dengan kata "Kenapa dulu" dan "Seandainya"

Ah, sudahlah..
mengeluh pun tiada guna lagi..
ini kesalahanku, maka kergiannya harus mampu kutanggung.

biarlah tulisan ini menjadi pengingat bahwa aku kembali masuk ke ruang kosong..
menemukan bahwa banyak yang telah singgah di depan pintu yang selalu enggan ku buka..
tulisan ini mungkin hanya akan sekedar untuk membersihkan debu dan sarang laba-laba yang telah memenuhi blog ini..
semoga kedepannya bisa menulis lebih banyak hal lagi..

tidak perlu menunggu tahun baru untuk menetapkan sebuah resolusi
baiklah resolusi kali ini adalah:
Blog harus selalu terisi setiap hari walapun hanya sebaris kata atau sekedar kutipan kalimat bijak..