Sabtu, 23 Februari 2013

Love Story: Kisah Cinta yang Membuatku Jatuh Cinta



Judul : Love Story
Pengarang: Erich Segal
Tebal: 155 halaman
Terbitan: Gramedia Pustakan Utama
Cetakan: September 1997

Dipinjam dari Taman Bacaan Hendra



Pernahkah kamu jatuh cinta pada pandangan pertama pada seseorang? Aku belum pernah. Tapi hari ini aku jatuh cinta pada dialog pertama sebuah buku. Ya, dialog perkenalan dua orang yang baru bertemu untuk pertama kalinya.

Mungkin sudah banyak yang pernah mendengar sebuah novel romance klasik berjudul “Love Story” tapi aku cukup ragu bahwa ada banyak orang Indonesia yang sudah membacanya. Terutama generasi muda. Harus aku akui bahwa karya ini memang benar-benar bertema cinta. Tapi bukan yang picisan dan murahan dengan model galau zaman sekarang.

Novel ini mengangkat cerita dari sudut pandang si pria. Mungkin karena itu kesannya lebih logis dan tidak terlalu melodramatis. Tokoh utamanya bernama Oliver Barret IV. Nama yang aneh?? Iya, pemilik namanya pun dikisahkan sangat tidak suka dengan penamaan berlabel angka itu. Namun apa daya, kamu tidak bisa memilihkan dari keluarga apa kamu akan lahir.

Dikisahkan bahwa Oliver Barret IV yang mahasiswa Harvard dan kaya ini jatuh cinta dengan seorang wanita bernama Jennifer Cavilleri yang cerdas. Jennifer yang disapa dengan nama Jenny ini adalah mahasiswa Radcliffe yang cemerlang. Perkenalan awal mereka di perpustakaan benar-benar menarik (aku juga mau donk mengalami perkenalan yang menyenangkan diperpustakaan (^_^)v). Tidak ada bujuk rayu dan gombalan murahan. Dialognya cerdas. Buku ini cukup tipis namun mampu membawa emosi pembacanya.


Awalnya konflik lebih banyak berkisar di pola hubungan Oliver Barret IV dengan ayahnya, Oliver Barret III. Hingga kemudian konflik puncak terjadi saat Jenny terserang penyakit. Logika pria benar-benar menarik dicerna melalui buku ini. Tentang bagaimana mereka menghadapi masalah, bagaimana mereka menerima kenyataan hidup. Tapi pada akhirnya drama terpenting dalam buku ini adalah hubungan yang terjalin antara Oliver dan Jenny. Hubungan yang saling melengkapi dan mendukung.

My Fav.Quote:
“Cinta berarti tidak perlu meminta maaf” lebih manis di karya aslinya sih “Love is never to say you are sorry”
“Untuk jadi pemenang yang hebat, kita harus menerima kekalahan dengan baik”
“Pendek kata, ya, aku takut ditolak. Aku juga takut diterima dengan alasan yang keliru”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)