Senin, 27 Mei 2013

Menengok kembali my wish book list

Di akhir tahun 2012 saya sempat memposting mengenai buku-buku yang menjadi target saya untuk segera dimiliki (baca selengkapnya di sini )
Ada yang berhasil saya miliki dan sudah dibuat resensinya yakni:
Catatan Musim - Tyas Effendi 
Jostein Gaarder - Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Jostein Gaarder - Misteri Soliter


Nah ternyata ada beberapa yang berhasil saya miliki namun belum sempat dibaca.
Yaitu: Seri The Lord of The Rings (masih belum sempat membaca ulang buku ini)
dan
 Dunia Sophie by Jostein Gaarder (buku lain entah kenapa selalu lebih menarik)
 
Ada juga beberapa yang sudah dibaca namun belum sempat dibuat resensinya.
CInta Kemarin - Dila Putri (buku ini dipinjam oleh ibu kost saya. Jadi belum bisa dibuat resensinya)

Goodbye Happiness - Arini Putri  (selalu lupa membuat resensinya..he..he..)

Tapi yang paling sedih adalah ada juga yang belum berhasil saya miliki yaitu : Seri Lima Sekawan yang lengkap (T_T)

selain itu daftar buku yang ingin saya miliki (lainnya) dan kemudian berhasil saya miliki adalah buku:
1. The various Flavours of coffee by Anthony Capella
2. The Language of Flowers by Vanessa Diffenbough
3. Libri di Luca by Mikkel Birkegaard
4. Karya-Karya Umberto Uco

he..he..sebenarnya masih ada lagi sih..
tapi berhubung saya harus segera offline..lain kali saya buat sesi lanjutannya.. (^_^)v

Meniti Jembatan Emas



Penulis                 : Yan Daryono
Penerbit              : PT Grafiti Budi Utami
Cetakan               : Pertama, 2008
Jumlah hal.         : 369 halaman

Jika berbicara tentang pahlawan wanita Indonesia, maka nama RA Kartini menjadi nama yang paling familiar. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan kurikulum sekolah kita yang memang lebih mengedepankan sepak terjang seorang Kartini (entah dengan alasan apa *maaf ini pendapat pribadi*). Nama Raden Dewi Sartika tidak cukup dikenal bahkan oleh mereka yang tinggal di kota Bandung. Perempuan-perempuan Bandung kadang lebih banyak tahu tentang RA Kartini daripada Raden Dewi Sartika.

Hal ini cukup disesalkan. Bisa jadi karena tulisan tentang R.Dewi Sartika masih sangat sedikit. Saya sendiri saat mencoba mencari buku-buku tentang beliau hanya berhasil menemukan 3 buku yang benar-benar berisi tentang kisah hidup dan perjuangan beliau.  Selain ketiga buku tersebut, penulis berhasil menemukan 2 buku yang merupakan kumpulan tulisan yang salah satu tulisannya membahas tentang Dewi Sartika. Tapi sudahlah, tak perlu membahas hal ini cukup jauh. Lebih baik saya berfokus pada buku yang ingin saya resensi.

Buku “Meniti Jembatan Emas” adalah buku yang mencoba mem-fiksi-kan kisah hidup Raden Dewi Sartika. Buku ini secara runut, berdasarkan kronologi waktu, bercerita tentang perjuangan Dewi Sartika muda saat merintis “Sakola Istri” yang kemudian berubah nama menjadi “Sakola Kautamaan Istri” yang kemudian berubah menjadi “Sekolah Raden Dewi”. Perjalanan ini tidak mudah, karena ternyata mendapat tentangan bahkan dari kaum Menak yang notabene adalah orang pribumi. 

Dari segi isi, data di dalam buku ini cukup bisa dipercaya meskipun saat mencoba mengenali daerah-daerah yang dideskripsikan oleh penulisnya, ada kebingungan tersendiri. Selain itu dari segi gaya bahasa, novel ini terlalu hiperbola. Sejujurnya gaya bahasa ini cukup membuat bosan. Namun saya pribadi meneruskan membaca novel ini karena memerlukan informasi lebih banyak tentang R.Dewi Sartika. 

Dari segi sampul pun, buku ini kurang menarik. Selain itu masih sedikit yang mengetahui keberadaan buku ini. Hanya mereka yang benar-benar tertarik dengan sosok Raden Dewi Sartika lah yang akan menemukan informasi tentang buku ini. Setahu saya, bahkan penerbitnya pun kini sulit ditelusuri keberadaannya. Dan bisa jadi buku ini memang hanya pernah sekali diterbitkan. ( - _ - “)

Yah diluar apresiasi saya atas niat baik penulis yang mencoba mendokumentasikan hidup seorang Raden Dewi Sartika, buku ini jika harus saya beri nilai dalam skala 1 – 10 maka saya beri nilai 6,5. (maaf pak (^_^))v

Semoga setelah ini semakin banyak orang yang tertarik membaca dan menulis tentang Raden Dewi Sartika. Jika ingin membaca sepak terjang beliau lebih banyak silakan buka link ini

Minggu, 26 Mei 2013

Sekedar menulis seadanya



Sudah cukup lama saya tidak menuliskan apapun di blog ini. Bukan tidak punya waktu tapi benar-benar sedang tidak punya ide menulis hal-hal ringan kecuali jika pembaca tidak keberatan untuk membaca keluhan-keluhan rendahan yang berisi kalimat, “Ah, Bandung dingin banget bikin saya ingin segera pulang ke Makassar”, atau sekedar keluhan bahwa, “Thesis ini tidak tahu harus saya apakan lagi. Please help!!” atau pun serangkaian keluhan bak anak ABG labil.

Selain itu kondisi kesehatanku dalam sebulan terakhir benar-benar menurun drastis radang lambung berhasil memaksa orang seperti saya yang biasanya tidak pernah bisa diam dan selalu aktif bergerak ke sana kemari harus puas berbaring berhari-hari di kamar kost-an. Aktivitas terberat hanyalah saat harus naik turun tangga mengambil makanan yang dibawakan oleh teman atau akang-akang pengantar delivery (pssstttt.. di  Bandung ini akang-akang petugas delivery banyak yang cukup sedap dipandang )..he..he..(^_^)v

Akhirnya saat itu karena tidak bisa beraktivitas apapun bahkan duduk pun sulit maka option yang paling memungkinkan untuk saya lakukan adalah menamatkan sejumlah buku yang selama ini nyaris tidak pernah sempat aku baca. Ya lagi-lagi genrenya novel..(melirik dengan penuh rasa bersalah pada bahan thesis yang berbahasa Inggris dan isi yang “berat”)
Sebut saja sejumlah  buku yang berhasil saya tamatkan (tidak berurutan waktunya):



3.       The Hunter by Asa Nonami




Kondisi yang tidak memungkinkan untuk menghadapi laptop dalam waktu lama dalam kondisi duduk tampaknya harus segera diakali. Karena saat ini sakit saya kembali kambuh dan membuat saya tidak bisa menulis banyak. Niatan untuk meresensi buku tersebut di www.atriadanbuku.blogspot.com  ,blog khusus saya untuk meresensi buku, pun tidak pernah bisa selesai.