Selasa, 26 November 2013

Buku2 yang Ingin saya miliki ^_^


Akhir tahun gini grup Blogger Buku Indonesia sudah mulai riuh dengan event “Secret Santa”. Peserta event ini akan menjadi “santa” bagi perserta lainnya. Jadi saya akan memberi dan menerima hadiah juga, sebab di luar sana akan ada satu orang yang jadi “santa” untuk saya juga.

Lucunya saat diminta membuat daftar buku yang diinginkan saya jadi bingung sendiri. Kenapa?? Mungkin karena banyaknya buku yang saya inginkan dan saya bingung menyortirnya menjadi yang PALING saya inginkan. Akhirnya terbitlah daftar ini di akun Goodreads saya:

1. The Prague Cemetery oleh Umberto Eco (terjemahan)
2. 2 States karya Chetan Bhagat (Terjemahan)
3. Honeymoon with My Brother karya Franz Wisner (Terjemahan)
4. The Gift karya Cecelia Ahern (Import, karena setahu saya terjemahannya belum ada)
5. The Every Year Collection karya Cecilia Ahern (import)
6. Slammed karya Colleen Hoover (terjemahan)
7. Point of Retreat karya Collen Hoover (terjemahan)
8. Memang Jodoh karya Marah Rusli
9. Mum’s List karya St.John Greene (terjemahan)

Selain itu saya juga ingin memiliki 3 karya Jodip Picoult (impor) yang belum diterjemahkan ke Bahasa. Buku-buku tersbeut adalah:
- The Storyteller
- The Pact
- Change of Heart

Selain itu ada beberapa buku non fiksi yang ingin saya miliki yaitu:
1. Sejarah Perempuan Indonesia karya Cora Vreede-De Stuers terbiatan Komunitas Bambu
2. Kahlil Gibran di Indonesia terbitan Komunitas Bambu
3. Kakawin Sutasoma oleh Mpu Tantular terbitan Komunitas Bambu
4. Sejarah Rempah karya Jack Turner terbitana Komunitas Bambu

Semua ini adalah daftar baru dari buku yang saya update akhir tahun lalu. Dari semua wishlist 2013 saya (yang saya update tahun 2012 di blog ini) hanya Seri Lima Sekawan yang belum berhasil terwujud (^_^) *alhamdulilah*
Jadi seri lima sekawan masih terus mejadi wishlist dari tahun ke tahun. Ha..ha.. (^_^)v

Minggu, 24 November 2013

Beruang Matahari, Komunitas yang Cinta Anak Yatim



Bicara tentang komunitas di Bandung rasanya tidak akan ada habisnya. Kota ini didaulat sebagai kota yang punya banyak komunitas dan anak muda yang kreatif dan gaul. Rasanya jika kita punya hobi, maka tidak akan sulit menemukan komunitas untuk hobby tersebut di Bandung ini.

Nah, kalau ditanya komunitas yang kegiatannya menolong orang-orang yang tidak mampu, maka saya mengenal satu komunitas seperti itu. Yup, namanya Beruang Matahari. Komunitas ini berkonsentrasi pada kegiatan pembinaan untuk adik-adik di panti asuhan. 

Mengenai nama, sekedar info aja nih. Beruang Matahari itu beneran ada lho! mereka adalah jenis beruang yang tidak melakukan hibernasi, cenderung setia, dan loyal. Beruang Matahari hanya ada di Asia Tenggara khususnya di Kalimantan. Hebatnya Beruang Matahari mempunyai kebiasaan yang berbeda dari beruang lainnya, dimana jenis ini selalu menggendong bayinya di kaki belakangnya, dan terus menjaga bayinya hingga 2 tahun lamanya, suatu hal yang tidak terdapat pada jenis beruang lain. Ini tentu sesuai dengan tujuan Beruang Matahari yang ingin membantu menyiapkan adik-adik panti bermasyarakat.

http://beruangmatahari.com/wp-content/uploads/2013/01/yea1forslide.jpg


Beruang Matahari melakukan pembinaan tapi bukan pembinaan serius seperti diajari menjahit, beternak, dan lain-lain. Beruang Matahari lebih pada membangun softskill mereka. Heh? Softskil itu maksudnya apa??
 

Yuk Berteman dengan Teknologi



Pagi ini Bandung cerah, rasanya berjalan-jalan keliling kota bisa menjadi salah satu alternatif menyenangkan. Berbekal sebuah smartphone maka banyak aktivitas yang bisa dilakukan termasuk mengabadikan hal-hal yang menarik untuk diceritakan kembali ke teman-teman atau saudara.

Abad 21 datang membawa teknologi yang semakin maju dan kini tumbuh dengan pesat. Benar-benar memudahkan kita berkomunikasi dengan SIAPA PUN! Dan kini era smartphone datang dan membanjiri toko serta mewarnai kehidupan manusia.

Dahulu, untuk jalan-jalan seseorang harus membawa kamera, handphone, bahkan tape recorder untuk membuat cerita yang menyeluruh tentang hal menarik yang mereka temui. Kini, berbekal sebuah smartphone semua cerita bisa kita lengkapi dengan foto dan vidoe serta siap di posting ke berbagai akun media sosial dan dikirim ke email sahabat yang ada di belahan dunia lain.

Ya, teknologi sudah berhasil memudahkan (bahkan sebenarnya memanjakan) kita. Tapi, kok rasanya ada yang berubah yah? Berubah bagiamana maksud kamu, Tria??

Minggu, 17 November 2013

Curhat "Tukang Sampah" di Berbagai Sosial Media

Selamat sore.
Selamat datang hujan.
Selamat menjelang langit gelap yang berteman bintang.

Sudah lama juga tidak menulis dengan rutin di blog ini.
Bukan..bukan karena saya berhenti menulis. Melainkan saya menyebarkan tulisan dalam berbagai media. Memanfaatkan berbagai kemudahan teknologi yang semakin mendukung para penulis untuk terus "nyampah" dan berserapah (mungkin?? ^_^)

Senin, 04 November 2013

Mencatat Sudut Kota: Belajar Pelayanan Publik dari Perumahan Tua



Bandung, 3 November 2013
Oleh: Atria Dewi Sartika

Setelah beberapa kali gagal ikut serta, kali ini saya kembali mengikuti kegiatan ngaleut bersama Komunitas Aleut. Kembali berjalan-jalan dan mengenal (lebih banyak lagi!) sudut kota Bandung. Benar adanya filosofi Komunitas Aleut yang kegiatannya adalah ngaleut yang berarti berjalan bersama-sama. Dengan berjalan kaki, kita akan menemukan apa yang selama ini kita lewatkan saat berkendara.

Kali ini saya berkenalan dengan beberapa jalanan yang belum pernah saya lewati, diantaranya adalah Jl. Geusanulun, Jl. Adipati Kertabumi, dan Jl. Aria Jipang. Sedangkan jalan lain seperti Jl. Trunojoyo; Jl. Maulana Yusup; dan Jl.Pangeran Kornel sudah sering saya lewati. Nah ternyata dengan menyusurinya sambil berjalan kaki, saya merasa seperti baru pertama kali melewati ketiga jalan tersebut.

Pertama kali melewati Jl. Geusanulun membuat saya sumringah. Kenapa? Karena masih banyak rumah-rumah tua di sana. Ada sejumlah rumah yang bahkan sepertinya belum mendapatkan perubahan signifikan, kecuali perubahan pada atap; kaca jendela; dan pintu. Bahkan di sini saya dan teman-teman dari Komunitas Aleut melihat sebuah rumah yang masih memiliki nama yang terpahat di dindingnya. Rumah itu bernama “Gerardine”. Orang Belanda dahulu, biasanya menamai rumah mereka dengan nama anak perempuan pertamanya. Maka asyiklah saya menduga-duga apakah benar nama anak perempuan pertama pemilik pertama rumah ini adalah “Gerardine”? Cantikkah ia? Apakah dengan menamai rumah ini ia menjadi mudah ditemukan oleh para pemujanya? Apakah jodohnya cepat datang? *efek kebanyakan baca Historical Romance*

Rumah bertuliskan "Gerardine"