Sabtu, 25 Januari 2014

25 Januari



“Gadis, aku tak sabar menanti esok. 25 Januari akan jadi hari sakral untuk kita” bisik Kang Hari malam itu.

Ya, 25 Januari 2013, genap 4 tahun kami menjalin kasih sekaligus hari saat kami bersanding di pelaminan. Kini, 25 Januari datang lagi. Kulirik kalender ungu yang terduduk manis di meja belajar di sisi tempat tidurku. Ah, setahun telah berlalu. Cintaku masih bersemi.

Segera kupasang jilbab ungu kesayanganku. Menyematkan bros pink untuk mempermanis tampilanku. Sebentar lagi aku akan bertemu dengan Kang Hari.  Segera kuraih handbag-ku.

“Bu, saya ke tempat Kang Hari dulu ya,” pamitku pada Ibu.
“Hati-hati ya, nak,” kulihat senyum tipis ibu.
***
Ku langkahkan kaki ke sebuah gerbang sambil membawa sekeranjang bunga. Tak lama kukembangkan senyum dan menyapa Kang Hari.

“Apa kabar, Kang? Kamu ingatkan hari ini hari apa?” tanyaku dengan senyum sambil membelai nisan yang bertuliskan “Hari Suriadiredja”. Kutaburkan bunga di atas makamnya. Sekali lagi kubelai tulisan yang tertera di sana, “Lahir: 7 – 02 – 1988” & “Wafat: 25 Januari 2013”.

Air mataku tak dapat ku bendung lagi. Ku biarkan bulirnya mengalir sambil terus berusaha tersenyum. “Kang, aku rindu”.

***
Aku tegang menunggu datangnya Kang Hari sekeluarga dari rumahnya di Buah Batu. Terakhir, ia mengabari bahwa mereka memilih lewat tol agar bisa segera sampai di Masjid dekat rumahku di Bukit Dago. Akhirnya karena gelisah aku mencoba menghubunginya kembali. Namun handphone-nya sudah tidak aktif.

Selama 30 menit aku terus mencoba menghubunginya. Hingga akhirnya datang Rama, sahabat Kang Hari. “Dis, maaf. Maafkan aku. Tadi ada kabar dari keluarga Hari. Katanya Hari sekeluarga kecelakaan dan Hari meninggal di tempat kejadian”. Setelah itu tidak ada hal lain yang kuingat. 
Samar-samar kudengar bisikan itu, “Sabar, Dis. Ikhlaskan Hari ya, Nak”.

“Kang, genapi janji kita, kang," bisikku.

Ditulis dalam rangka ulang tahun Monday FlashFiction yang pertama



Setelah sekian lama tidak membuat update-an apapun di blog ini. Saya pun akhirnya bisa menelurkan satu tulisan lagi. Dan tulisan ini saya buat untuk meramaikan 1st Anniversary Monday Flash Fiction. Karya ini sekaligus karya pertama saya sejak bergabung dengan Monday Flash Fiction 1 bulan yang lalu.