Sabtu, 31 Januari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 2: Untukmu Wanita Mungil di Sudut Jalan Ratulangi



Kepadamu wanita muda mungil di sudut jalan Ratulangi.

Hai, bagaimana siangmu? Masih sibuk berkutat di depan komputer? Berjibaku dengan mouse. Terpaku menatap TKP kasus pembunuhan di sebuah game?? Ha..ha.. ya..ya.. aku selalu mengenalmu seperti itu. Tidak ada teman perempuan lain yang kegilaannya pada Point Blank bisa membuatku geleng-geleng. Tidak ada teman perempuan yang benar-benar konsisten memecahkan kasus-kasus dengan menemukan berbagai barang tersembunyi di layar penuh warna itu.
Ah, aku merindukanmu sahabatku.

Merindukanmu yang selalu membesarkan hatiku. Merindukan rumahmu yang jadi tempat pelarianku saat semua masalahku membesar di rumah. Merindukan ibumu yang menyayangiku bak anaknya sendiri. Tahukah kau, moment ulang tahun ibumu di Imperial yang memperkenalkanku pada keluargamu sebagai anak tambahannya. Padahal saat itu, aku hanyalah satu-satunya perempuan berjilbab dan berwajah Indonesia di sana. Ha..ha.. I love that moment :*

Jumat, 30 Januari 2015

[30 Hari Menulis Surat Cinta] Day 1: Untukmu Sahabat Terkasih



Untukmu sahabatku yang menetap di hati,
Maaf untuk keterlambatanku mengirimkan surat ini. Bukan salah pak pos, salahkulah yang tidak mampu menyisihkan waktu untukmu.

Sahabatku, Aderita yang jika bertemu sering memekakkan telingaku dengan teriakan heboh namun bertahun-tahun berjauhan darimu membuatku merindukannya. Aku rela harus menemui dokter THT asalkan hari ini bisa duduk di sebelahmu. Bercerita tentang semua kisah yang tidak lagi kita bagi.