Selasa, 21 April 2015

21 April 2015

Aku sempat mendengar
Sebuah kisah dari zaman prahara
Saat negeri Indonesia belum ada,
Eksistensinya tenggelam dalam keserakahan
Tak hanya oleh mereka, manusia dari benua seberang tapi juga oleh mereka yang berbangga pada darah & harta

Saat itu,
Terlahirlah seorang gadis muda,
Belia, penuh semangat & terasah hati dan matanya
Ia berpedangkan pena,
Berpeluru kata & menyeru untuk merdeka!!!

Tak mudah jalannya
Sebab dunia memandang rendah gemulainya
Merendahkan kaumnya yang lembut & cantik

Ia memang tak maju ke medan perang
Namun semangatnya menggolakkan perjuangan

Bahkan saat jasadnya dikalahkan tanah
Jiwanya tetap hidup dalam untaian kata
Semangatnya membara bersama setiap pena yang mengatasnamakan emansipasi wanita

Ia perempuan Indonesia
Yang peduli pada kaumnya
Cinta pada negerinya
Dan hidup bersama mimpi besarnya.

Ia tiada di usia muda
Namun namanya tak pernah menua
Hari ini nanya kembali dipekikkan
Dalam semangat penuh harapan

Semoga perempuan Indonesia memakmurkan negeri
Membanggakan ibu pertiwi
Meneruskan perjuangan Kartini

Pambong, 21 April 2015