Minggu, 18 Desember 2016

Tentang Keteladanan Seorang Perempuan Tangguh



“Chaty, jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru. ....”(Hal. 278)
 

Judul: Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Editor: Triana Rahmawati
Cover: Resoluzy
Layout: Alfian
Penerbit: Republika
Cetakan: I, Oktober 2016
Jumlah hal.: vi + 524 halaman
ISBN:9786020-822341
Terima kasihu untuk kesempatan mengenalmu,
itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.
Cinta memang tidak perlu ditemukan,
cintalah yang akan menemukan kita.
Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali,
aku tidak akan menangis karena suatu telah berakhis,
tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi.
Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir.
maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.
***

“... Kamu adalah anak seorang pelaut tangguh. Bersabarlah dalam setiap perkara.” (Hal. 95)

Novel ini dibuka dengan penugasan Zaman Zulkarnaen, pemuda asal Indonesia yang menjadi associate di Thompson & Co. yang memiliki nama besar dan melegenda dalam dunia hukum khususnya dalam hal hukum waris. Kali ini ia harus menangani warisan dari seorang perempuan yang menghabiskan hidupnya di panti jompo padahal ia memiliki uang senilai satu miliar pounsterling. Zaman harus menelusuri kehidupan Sri Ningsih demi bisa menemukan ahli waris yang tepat bagi harta yang sangat besar tersebut.

Ini kemudian membawa Zaman dalam sebuah perjalanan panjang dan sarat makna. Ia menelusuri kehidupan Sri sejak lahir hingga akhirnya meninggal dunia. Ini membawanya mengunjungi Pulau Bungin, Surakarta, Jakarta, London hingga Paris. Membuat Zaman mengikuti kisah pilu Sri Ningsih namun sekaligus belajar tentang kesabaran dan kemampuan untuk bangkit dari kisah perempuan tersebut.

Namun pada akhirnya pencarian Zaman ini terbentur banyak hal. Membuat warisan Sri Ningsih terancam akan jatuh ke pihak lain. Membuat Sri Ningsi tidak bisa mendapatkan keadilan.

Berhasilkan Zaman menemukan ahli waris Sri Ningsih yang sah? Jika tidak adakah surat wasiat yang disembunyikan oleh Sri Ningsih yang bisa menjadi petunjuk atas keinginan perempuan tegar tersebut terkait pembagian harta yang ditinggalkannya?

“... jangan-jangan, hidup ini memang dipenuhi hal-hal yang “menggelikan” seperti ini?” (Hal. 129)

***

“Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x.” (Hal. 210)

Seperti biasa, tulisan Tere Liye selalu informatif dan merefleksikan beberapa hal terkait kehidupan. Dalam novel Tentang Kamu ini, Tere Liye kembali menampilkan banyak informasi menarik. Mulai dari Pulau Bungin yang termasuk dalam salah satu pulau terpadat di dunia. Selain itu, melalui novel ini kita juga disuguhi sejarah Jakarta juga kisah pembantaian yang dilakukan oleh PKI melalui kacamata rakyat yang jauh dari pergolakan politik.


Melalui karyanya Tere Liye juga menampilkan sejumlah pandangan terkait fenomena yang terjadi di masa kini. Seperti yang ditampilkan melalui pendapat Eric, senior lawyer di Thompson & Co., yang tercantum di halaman 440 – 441. Pendapatnya benar-benar merepresentasikan kondisi masyarakat saat ini. Bagaimana teknologi memengaruhi hubungan antarmanusia. Bagaimana kemajuan teknologi dengan gadget yang semakin canggih membuat jarak antaranggota keluarga, meningkatnya jumlah perceraian dan impilikasi lainnya.

Melalui novel ini, Tere Liye menampilkan sosok seorang perempuan bernama Sri Ningsih yang karakternya too good to be true, meski secara fisik ia selalu digambarkan sebagai perempuan bertubuh pendek, gempal, dan hitam. Namun, mengingat deskrispsi fisiknya hanya itu saja, namun penggambaran karakter Sri Ningsih jauh lebih banyak, maka gambaran fisik itu jauh lebih diabaikan. Apalagi hanya penggambaran itu saja yang diulang berkali-kali. Sayang sekali, sebab penulis tidak mengeksplorasi lebih jauh penggambaran fisik tokoh-tokohnya.

Namun dalam hal karakter, detail karakter tokoh utamanya, Sri Ningsih dan Zaman banyak dikemukakan. Membuat pembaca mengagumi Sri Ningsih juga menganggap Zaman sebagai laki-laki yang menarik karena sikap tenang, gigih, dan kewibawaan yang dimilikinya.

Selain karakter tokoh utamanya yang terkesan perfect, kehadiran Thompson & Co. di masa kini pun terasa seperti dongeng. Menyebutnya sebagai ksatria berkuda putih di bidang hukum semakin mengukuhkan penggambaran ini. 

Ini merupakan kekhasan Tere Liye yang sekaligus menjadi kekurangannya. Kehadiran sosok dan dalam kasus ini adalah sebuah firma hukum yang sempurna membuat cerita ini benar-benar terasa sebagai fiksi. Terlalu ideal untuk terjadi di dunia nyata.

Di sisi lain, ada beberapa adegan yang terkesan seperti “sinetron” terutama dalam priode kehidupan Sri Ningsih di London. Khususnya di adegan saat Hakan Karim meninggalkan Sri Ningsih untuk selamanya.

Di luar kekurangan-kekuranga di atas, Tere Liye tetap menampilkan kualitas tulisannya. Pembaca akan tetap menemukan quote yang menarik. Bahkan blurb novel ini saja sudah menggugah dan menarik untuk di-share di media sosial. Selain itu, kisah yang ditampilkan cukup memberi inspirasi bagi pembaca.

Bagaimana tokoh Sri Ningsih selalu bisa menghadapi setiap cobaan yang mendatangi hidupnya, bagaimana ia selalu semangat dalam mempelajari hal baru termasuk belajar membangun usahanya meski harus jatuh bangun. Karakter Sri Ningsih ini menampilkan sosok perempuan yang layak dijadikan teladan dalam hal kerja keras dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup.

“... sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya.” (Hal. 257)

***

 

2 komentar:

  1. “... sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya.”
    Like quotenya nih mbak Atria :D

    BalasHapus
  2. Terimaksih mba :) saya malah jadi kepengen banget memiliki buku karya Tere Liye yang satu ini :) salam kenal yaa mba :)
    rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Semoga berkenan meninggalkan jejak (^_^)